PANDUAN DRYER UDARA TERKOMPRESI
Tentu saja, pengolahan udara tidak hanya baik untuk keuntungan Anda, tetapi merupakan ketentuan wajib. Banyak industri dan aplikasi memiliki persyaratan kualitas udara spesifik yang harus Anda ketahui.
Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menggunakan ISO 8573-1, standar kualitas udara terpenting yang diakui secara internasional. Ini memberi tahu Anda berapa banyak kontaminan (termasuk kelembapan) dalam udara masih diperbolehkan pada titik tertentu dalam sistem udara terkompresi Anda setelah diolah.
Untuk mengidentifikasi kebutuhan dryer, Anda bisa melihat bagan pada halaman ini. Ada tujuh kelas yang berbeda (0 = standar yang paling ketat).
0.1 < d* ≤ 0,5 µm
0.5 < d* ≤ 1,0 µm
1.0 < d* ≤ 5,0 µm
≤ 20.000
≤ 400
≤ 10
≤ -70
≤ -94
≤ 0,01
≤ 400.000
≤ 6.000
≤ 100
≤ -40
≤ 0,1
≤ 90.000
≤ 1.000
≤ -20
≤ -4
≤ 1
≤ 10.000
≤ 3
≤ 37,4
≤ 5
≤ 100.000
≤ 7
≤ 44,6
≤ 5mg/m³
≤ 50
*d = diameter partikel
Sementara kontaminan lain memiliki ambang batas partikel atau minyak tertentu per meter kubik, air di udara terkompresi Anda diukur dengan titik embun atau Pressure Dew Point (PDP). Apakah itu?
PDP digunakan untuk menentukan kandungan air dalam udara terkompresi. Pada dasarnya, ini adalah suhu di mana uap air mengembun menjadi air pada tekanan kerja saat ini. Nilai PDP yang rendah menunjukkan sejumlah kecil uap air di udara terkompresi.
Anda memerlukan dryer yang tepat untuk mewujudkannya. Demi memilih teknologi yang optimal untuk aplikasi, Anda harus terlebih dahulu mengetahui persyaratan titik embun.
Berikut adalah aturan praktis yang bermanfaat: Jika PDP di bawah 3°C (37,4°F), maka kemungkinan solusi yang tepat adalah desiccant adsorption dryer, yang dapat mencapai PDP -40°C atau lebih rendah. Cocok untuk menyediakan udara yang sangat kering untuk aplikasi kritis. Jika persyaratan titik embun Anda kurang ketat, Anda mungkin dapat bekerja dengan refrigerant dryers.
Mari kita lihat lebih dekat teknologi masing-masing dryer ini.